Senin, 25 September 2017

It Is All Decided by Chance--by Being in The Right Place at The Right Time.. Ecc 9

It isnt difficult to think of cases where the fastest and the strongest dont win, the wise are poor, and the skillful are unrewarded with wealth or honor. Some people see such examples and call life unfair, and they are right.
The world is finite , and sin has twisted life, making it what God did not intend. Solomon is trying to reduce our expectations. The book of Proverbs emphasized how life would go if everyone acted fairly; ecclesiastes explains what usually happens in our sinful and imperfect world.
We must keep our perspective. Dont let the inequities of life keep you from earnest, dedicated work. We serve God, not people.

Minggu, 24 September 2017

Prosperity is not always good--adversity is not always bad.. Ecc 6

Solomon shows that having the right attitude about God can help us deal with present injustices.
Prosperity is not always good, and adversity is not always bad. But God is always good; if we live as HE wants us to, we will be content.
Many people died without being able to enjoy his wealth and honor. Many people work hard to prolong life and improve their physical condition. Yet people spend little time or effort on their spiritual health. How shortsighted it is to work hard to extend this life and not take the time for eternity.

Minggu, 29 Januari 2017

Jealousy One Step Short of Murder.. 1Sam18

Saul's appreciation for David turned to jealousy as people began to applaud David's exploits. In a jealous rage, Saul attempted to murder David by hurling his spear at him. Jealousy may not seem to be a major sin, but in reality , it is one step short of murder. Jealousy start as you resent a rival, it leads you to your wishing he or she removed, then it manifest itself in your seeking ways to harm that person in word or action.
Beware of letting jealousy get a foothold in your life.

Jumat, 06 Januari 2017

What Made David Effective... 1Sam17

David was able to move faster than Goliath because David Carried no weapons or armor. David was expert marksman with a sling, and as he advanced on Goliath, he stayed out of range of Goliath's huge weapon. What made David effective, however, was more than his ability with a sling, it was his courage and his faith in God. To fight like David we need David's kind of fearlessness. David had grown strong in his confidence by trusting God when he had encountered wild animals while guarding his father's sheep.
When you face towering problems, recall how God has helped you in the past. Take heart because God goves you strength. Use the skills God has already given you and move forward.

Rabu, 21 Desember 2016

Kasih adalah Ujian Akhir dari Agama.. Billiy K,. Aku, Diriku dan Kebajikan

Kasih itu menerima. Salah satu kesulitan dalam kehidupan manusia adalah tidak bisa saling menerima mengapa? Karena kita selalu mendapati bahwa sesama kita memiliki kelemahan yang kita tidak suka, yang mengganggu kita. Namun, jangan lupa , kita pun memiliki kelemahan yang mengganggu orang lain. Orang yang hanya peka atas ketergangguaan pribaidnya saja sesungguhnya belum memiliki kedewasaan dalam kerohaniannya. Sebailknya mereka dapat menerima sesamanya bukan karena menyenangkan, namun karena kekuatan kasih Allah terlebih dahulu menerima dia.
Jika Allah saja menerima, masakan kita tidak menerima? Dan bukan hanya itu, kita sendiri juga diterima Allah bersama dengan segala kekurangan kita, mengapa kita tidak mau menerima orang lain dengan kekurangan mereka? Mereka yang sulit menerima sesamanya hanya menyatakan betapa dangkalnya pemahaman diri mereka tentang penerimaan Tuhan atas diri mereka sendiri.
Kasih mencapai kepenuhannya melalui pengampunan. Hanya kasih yang telah menjelajah ke hati yang terluka dapat disebut sebagai kasih yang sesungguhnya.
Yesus bukan hanya terluka, DIA bahkan mati di atas kayu salib. Di situ Allah menyatakan kasih NYA kepada kita, bukan karena kita hidup berbakti kepada NYA, melainkan dalam keadaan kita membunuh Yesus. Ya, dosa-dosa kita telah membunuh Yesus di atas kayu salib! Allah menyatakan kasihNYA kepada kita ketika kita masih berdosa. Inilah yang disebut dengan kasih pengampunan.
Kalau kita belum terluka, kasih kita belum teruji kedalaman serta keluasannya. Banyak orang mengasihi orang yang juga mengasihi dia sendiri. Bagi Alkitab, ini bukanlah gambaran orang percaya melainkan praktik orang kafir. Orang percaya menyatakan kasihnya ketika ia sanggup mengampuni orang yang bersalah kepadanya. Kuasa pengampunan mendekatkan kita dalam persekutuan dengan Yesus Kristus. Disitu kita menjadi satu dalam persekutuan penderitaan Kristus.
Akhirnya, Drummond mengatakan bahwa ujian akhir dari agama bukanlah keagamaan itu sendiri, melainkan kasih. Injil mengatakan bahwa bukan mereka yang berseru "Tuhan, Tuhan!" yang akan masuk kedalam kerajaan Surga, melainkan mereka yang melakukan kehendak Allah. Dan kehendak Allah adalah supaya kita hidup saling mengasihi satu kepada yang lain.
Sikap keagamaan bisa dipalsukan agama bahkan bisa menjauhkan kita dari tindakan mengasihi. Namun mereka yang memiliki kasi yang sejati , tidak mungkin tidak beragama. Karena kasih seperti itu hanya mungkin diperoleh melalui sumber yang lebih tinggi, yang didalam diri NYA telah dinyatakan tindakan kasih yang teragung sepanjang sejarah manusia: Allah mengorbankan Anak NYA sendiri untuk menebus dan membebaskan kita dari kuasa dosa dan kuasa diri.

Minggu, 18 Desember 2016

Dari Iman dan Memimpin Kepada Iman.. Billy K

Apakah ini berarti kita mulai dari iman natural menuju kepada iman yang supernatural? Atau iman sederhana menuju kepada iman yang semakin lama semakin dalam?
Calvin mengatakan bahwa ketika iman kita mengalami kemajuan, maka kebenaran Allah juga bertambah dalam diri kita dan kepemilikan kita atas kebenaran itu semakin diteguhkan.
Penekanan Calvin disini bukanlah pada iman kita yang semakin lama semakin besar, namun pada fakta objektif bahwa kebenaran Allah menjadi semakin nyata dalam hidup kita.
Kita perlu berhati hati dengan kecenderungan spiritualitas yang menekankan pentingnya iman dan akhirnya bukan membawa orang kepada pemahaman akan Allah yang semakin besar, melainkan iman yang semakin besar.
Corrie ten Boom mengatakan kita bukan membutuhkan iman yang besar, melainkan iman kepada Allah yang Mahabesar. Kita tidak dipanggil untuk melihat kepada Tuhan Yesus. Kita tidak beriman kepada iman itu sendiri melainkan beriman kepada Allah. 
Iman hanyalah alat anugerah. Instrumen, yang melaluinya kita melihat kemahabesaran Allah yang sedang bekerja melalui kita.
Iman adalah percaya atas kesetiaan Allah. Kesetiaan Allah akan mendorong kita untuk tetap beriman (tetap setia kepada Allah).

Billy K., Aku, Diriku, dan Kebajikan.

Senin, 12 Desember 2016

A Difference Perspective.. 1Sam17

What a difference perspective can make. Most of the onlookers saw only a giant. David, however, saw a mortal man defying almighty God. Goliath was a target too big to miss. He knew he would not be alone when he faced Goliath; God would fight with him. He looked at his situation from God's point of view. Who or what are the giants are you facing? Viewing impossible situations from God's point of view helps us put giant problems in perspective. Once we see clearly, we can fight more effectively.
Critism couldnt stop David. While the rest of the army stood aroung, he knew the importance of taking action. With God to fight for him, there wasno reason to wait. People may try to discourage you with negative comments or mockery, but continue to do what you know is right. By doing what is right, you will pleasing God, whose opinion matters most.